cara makan menurut islam

0

Cara makan yang benar menurut
islam
Seorang muslim hendaknya makan dan
minum secukupnya. Makan dan minum
bukan sekedar untuk sekedar memenuhi
nafsu, melainkan dapat dijadikan sarana
untuk beribadah kepada Allah subhanahu
wa ta’ala. Dengan demikian, kita dapat
meraih kemuliaan dan kebahagiaan di
akhirat. Makanan dan minuman yang
dikonsumsi harus halal, tidak haram dan
tidak syubhat. Jangan makan berlebihan
guna menjaga kesehatan tubuh. Ada
baiknya jika seorang muslim makan sesuai
kebutuhannya (tidak berlebihan).
Seorang muslim harus mengetahui tata
cara makan yang baik seperti yang telah
diatur islam.
1. Sebelum Makan.
A. Hendaknya mencuci tangan terlebih
dahulu.
B. Hendaknya meletakkan makanan pada
lantai, tidak di atas meja makan karena hal
ini menunjukkan ketawadukan, sejalan
dengan hadis yang artinya ” Rasulullah
shalallahu alaihi wassalam tidak pernah
makan di atas ‘khawan’ dan tidak pula
pada ‘sakrajah’ (semacam meja makan)
(H.R al Bukhari)
C. Hendaknya duduk dengan kaki kanan di
atas kaki kiri. Makan tidak boleh sambil
bersandar, berjalan, dan tidur-tiduran.
Sebagaimana yang telah diterangkan oleh
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:
“Aku tidak makan sambil bersandar.
Sesungguhnya aku ini seorang hamba yang
makan seperti makannya seorang budak,
dan aku duduk sebagaimana budak duduk”
(H.R al bukhari dari Abi juhaifah)
D. Makan apa adanya. Tidak boleh mencela
makanan. Walaupun makanan kurang
enak, sebaiknya tidak diucapkan langsung
untuk menjaga hati pemasaknya. Jika perlu
untuk perbaikan, pilihlah waktu yang tepat
untuk mengutarakannya. Diriwayatkan oleh
Abu Hurairah : “Rasulullah shalallahu alaihi
wassalam sama sekali tidak pernah
mencela makanan. Jika dia memang
menyenanginya, dia memakannya, dan jika
tidak, dia meninggalkannya (tidak
memakannya)” (H.R. al Bukhari)
E. Hendaknya makan berjamaah dengan
orang lain, dengan tamu, dengan anak,
atau dengan pembantu. Rasulullah
shalallahu alaihi wassalam bersabda :
“berjamaahlah bila kamu makan, maka
kamu akan diberkahi padanya” (H.R Abu
Dawud)
2. Ketika makan
A. Hendaknya memulai dengan membaca
Bismillahirrah maanirrahiim
Dan disunahkan juga memulai makan
dengan membaca
َّﻢُﻬﻠَّﻟﺍ ْﻙِﺭﺎَﺑ ﺎَﻨَﻟ ﺎَﻤﻴِﻓ ،ﺎَﻨَﺘْﻗَﺯَﺭ ﺎَﻨِﻗَﻭ َﺏﺍَﺬَﻋ ِﺭﺎَّﻨﻟﺍ
Artinya “Ya allah, berkahilah rezeki yang
engkau berikan kepada kami dan
perihalalah kami dari siksaan api neraka”
Jika ketika permulaan makan lupa
membaca basmalah, hendaklah membaca :
ِﻢْﺴِﺑ ِﻪﻠﻟﺍ ُﻪَﻟَﻭَﺃ ُﻩَﺮِﺧﺁَﻭ
Artinya: “Dengan nama Allah awalnya dan
akhirnya”
B. Hendaknya makan dengan tiga jari
tangan kanan, memperkecil genggaman,
memperbaiki kunyahan, kemudian
hendaknya memakan makanan yang paling
dekat, bukan dari yang ada di tengah
tengah hidangan.
C. Bila sebagian makanan jatuh, buanglah
kotorannya, kemudian makanlah. Hal ini
berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu
alaihi wassalam : “Bila makanan salah
seorang di antara kalian jatuh, maka
ambillah, dan bersihkanlah kotorannya,
lalu makanlah, tidak dibiarkannya untuk
setan” (H.R Muslim)
D. Dilarang meniup makanan yang masih
panas, dilarang memakannya sebelum
makanan itu dingin.
E. Sunah memulai makan dari pinggir
piring menuju ke tengah, karena berkah
makanan terletak di tengah (H.R. al
Bukhari, Nasa’i, & Ibnu Majah)
F. Jangan memotong daging dengan pisau
ketika makan. Hal itu adalah budaya orang
asing. Sebaiknya digigit dengan gigi (H.R
Abu Dawud & Baihaqi)
G. Dilarang melirik kepada orang yang
sedang makan. Jangan memperhatikannya
karena dengan memperhatikannya
membuat mereka malu.
3. Setelah Makan
A. Berhenti makan sebelum kenyang
sehingga tidak terjadi kekenyangan yang
berlebihan. Rasulullah shalallahu alaihi
wasalam bersabda :
“Tidaklah patut seorang Anak adam
memenuhi tempat buruknya dari perutnya
lebih dari secukupnya untuk seorang anak
adam, yaitu beberapa genggaman yang
dapat menegakkan tulang punggungnya,
jika tidak sepertiganya untuk makanan,
sepertiganya lagi untuk minuman, dan
sepertiganya lagi untuk bernafas. (H.R
Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim )
B. Menjilati piring dengan menggunakan
jari tangan, kemudian menjilati jari
tangannya sebelum membersihkan dengan
sapu tangan atau sebelum mencucinya
dengan air. Rasulullah shalallahu alaihi
wassalam bersabda :
“Jika salah seorang di antara kamu makan
makanan, janganlah membersihkan jari
jemarinya sebelum menjilati atau dijilatinya
terlebih dahulu” (H.R Abu Dawud & at-
Timizi)
C. Hendaknya membersihkan gigi dan
berkumur kumur untuk membersihkan
mulut
D. Hendaknya mengucapkan Alhamdulillah
Disunahkan membaca :
ُﺪـْﻤَﺤْﻟﺍ ِﻪﻠﻟ ﻱﺬَّﻟﺍ ﻲـﻨَﻤَﻌْﻃَﺃ ﺎَﻧﺎَﻘَﺳَﻭ ﺎَﻨْﻠَﻌَﺟَﻭ
َﻦﻴِﻤِﻠْﺴُﻣ
Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah
memberi kami makan dan minum, dan
menjadikan kami dari golongan muslim

Islam Itu Indah

0

Disebutkan oleh hadis Rasulullah SAW bahwa
sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK
dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam
keadaan tubuh asal pada hari Qiamat :
1-Para Nabi-Nabi
2-Para Ahli Jihad Fisabilillah
3-Para Alim Ulama Menegakkan Kalimah
Allah.
4-Para Syuhada sentiasa memperjuangkan
Islam.
5-Para Penghafal Al Quran dan Beramal
dengan Al-Quran.
6-Imam atau Pemimpin yang Adil dalam
menegak Syariat Allah.
7-Tukang Azan yang tidak meminta habuan.
8-Wanita yang mati semasa melahirkan anak
serta sentiasa TAAT pada perintah Allah.
9-Orang mati dibunuh atau dianiaya kerana
mempertahan Maruah dan Agama.
10-Orang yang mati di siang hari atau di
malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan
orang yang beriman yang sentiasa menjaga
hukum agama semasa hidup di atas dunia.

Penangguhan Umur ,sambungan azazil,

0

Azâzîl diberi umur hingga hari akhir
kiamat. Dengan janji untuk
menyesatkan manusia sebanyak
mungkin dan menemaninya di neraka
Jahannam kelak.
Permintaan Azâzîl kepada Allah:
“ Berkata iblis: Ya
Tuhanku, (kalau
begitu) maka beri
tangguhlah kepadaku
sampai hari (manusia)
dibangkitkan.(Al-Hijr,
15:36)

Lalu Allah menjawab:
“ Sesungguhnya Aku
pasti akan memenuhi
neraka Jahanam
dengan jenis kamu
dan dengan orang-
orang yang mengikuti
kamu di antara
mereka kesemuanya.
(Shaad, 38:85)

↑Kembali Ke Bagian Sebelumnya
Azazel dalam pandangan
Kristen
Artikel utama untuk bagian ini
adalah: Azazel
Azazel dalam Perjanjian Lama adalah
kambing jantan yang akan digunakan
sebagai korban penghapus dosa.
Upacara penyucian dosa ini pertama
kali diberikan Allah kepada Adam
setelah manusia jatuh ke dalam dosa,
dan di lanjutkan kembali oleh Nabi
Musa pada saat umat Israel keluar
dari perbudakan bangsa Mesir. Imamat
16 .
Karena pelanggaran pada hukum Allah
menuntut nyawa dari si pelanggar.
Darah yang melambangkan hutang
nyawa orang yang berdosa yang
kesalahannya ditanggungkan kepada
korban, lalu dibawa imam ke dalam
bilik yang kudus dan memercikannya
di hadapan tirai penghubung, yang di
belakangnya terdapat tabut perjanjian
yang berisi hukum yang dilanggar oleh
orang berdosa itu. Dengan upacara ini
dosa-dosa melalui darah, dipindahkan
secara simbolis ke tempat kudus.
Dalam beberapa kasus, darah tidak di
dibawa ke bilik yang suci, tetapi
dagingnya kemudian akan dimakan
oleh imam, sebagaimana Musa
memberi petunjuk kepada anak-anak
Harun dengan mengatakan,”Tuhan
memberikan kepadamu, supaya kamu
mengangkut kesalahan umat.” Imamat
10:17 .
Dengan demikian dosa-dosa umat
Israel dipindahkan. Sekali setahun,
pada hari besar pendamaian, imam
memasuki bilik yang maha kudus untuk
membersihkan dan memulihkan
tempat kudus. Pekerjaan ini dilakukan
untuk mengakhiri pelayanan tahunan.
Pada hari pendamaian dua ekor
kambing jantan (=yang akan
ditentukan bagi Azazel atau Mesias)
dibawa ke pintu kemah suci, lalu
dibuang undi bagi keduanya, sebuah
undi bagi TUHAN , dan sebuah lagi bagi
Azazel (pembuangan total).( Imamat
16:8 ). “Kambing yang terundi bagi
Tuhan akan disembelih sebagai korban
persembahan banyak orang.Dan imam
akan membawa darahnya ke dalam
tirai selubung, dan memercikan ke
atas mezbah pedupaan yang
dihadapan tirai selubunng.
Korban yang menjadi undi Mesias
yang disembelih dan dagingnya
dimakan itu merupakan lambang
bahwa umat Israel sudah menjadi
satu dengan Mesias yang selalu
memuliakan hukum Allah dan darah
yang di percik itu adalah darah yang
menguduskan dan mendamaikan
manusia dari dosanya.
Dan Harun harus meletakkan kedua
tangannya ke atas kepala kambing
jantan yang hidup itu dan mengakui di
atas kambing itu segala kesalahan
umat Israel dan segala pelanggaran
mereka, apapun juga dosa mereka; ia
harus menanggungkan semuanya itu ke
atas kepala kambing jantan (Azazel) itu
dan kemudian melepaskannya ke
padang gurun dengan perantaraan
seseorang yang sudah siap sedia
dengan itu. Demikianlah kambing
jantan itu (Azazel) harus mengangkut
segala kesalahan Israel ke tanah yang
tandus dan kambing itu harus
dilepaskan di padang gurun ( Imamat
16:21,22 ). Orang yang menggiringnya
ke padang gurun harus membasuh
dirinya dan pakaiannya dengan air
sebelum kembali ke perkemahan.
Seluruh upacara itu dimaksudkan
untuk memberi kesan kepada orang
Israel mengenai kekudusan Allah dan
kebencianNya kepada dosa. Dan lebih
jauh, untuk menunjukkan kepada
mereka bahwa mereka tidak boleh
berhubungan dengan dosa tanpa
menjadi cemar dan najis. Karena Allah
tidak pernah sedikitpun mengijinkan
dosa, walaupun umatNya sering
melakukan amal dan berprilaku sangat
baik, hanya dengan setitik dosa saja
manusia tetap tidak berkenan di
hadapan Allah .

Azazil

0

Untuk istilah yang sama dari sudut
pandang Agama Yahudi, Nasrani dan
Kristen, lihat Azazel .`Azâzîl ( Arab: ﻝﺯﺍﺰﻋ ‘Azāzīl, Inggris:
Azazel , Izazil) adalah nama asli dari
Iblis [1] yang merupakan bapak dari
bangsa jin, [2] sedangkan pendapat lain
mengatakan bahwa nama asli Iblis
adalah al-Harits. [1] Menurut syariat
Islam `Azâzîl adalah pemimpin
kelompok syaitan dari kalangan jin dan
manusia.
Sebelum diciptakannya Adam , Azâzîl
pernah menjadi Imam para Malaikat
(Sayyid al-Malaikat) [3][4] dan Khazin
al-Jannah (Bendaharawan Surga),
selama beberapa puluh ribu tahun
sebelum membangkang kepada Allah.
Nama Azazil dapat ditemukan dalam
beberapa kitab tafsir, diantaranya
dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir,
(Mujallad I-1/76 – 77), Tafsir Al-
Khozin – Tafsir Al- Baghowi (I-1/48).
Kata Azazil merupakan bahasa Arab
Kuno yang terdiri dari dua suku kata
yaitu Aziz (ﺰﻳﺰﻋ) yang berarti
terhormat, berharga, sangat kuat dan
(ﻝﺍ) Eil yang merupakan penamaan
Allah di zaman Arab Kuno. Azazil
secara harfiah berarti Makhluk kuat
Allah atau Makhluk terhormat Allah.
Azâzîl terdiri atas al-‘azâz yang berarti
‘hamba’ dan al-îl yang berarti ‘Allah’ .
Kata al-‘azâz berasal dari al-‘izzah yang
berarti kebanggaan atau kesombongan
atau dapat diartikan sebagai mahluk
yang membawa kesombongannya milik
Allah Dinamakan demikian karena ia
tercipta dari api . Kata al-‘azâz (ﺯﺍﺰﻌﻟﺍ)
terdiri dari empat huruf, yaitu huruf
‘ain, zây, alif, dan zây yang kedua.
Masing-masing huruf menunjukkan
sepak terjang iblis, karena setiap nama
itu menunjukkan perbuatan
pemiliknya.
Dari huruf ‘ain muncul kata ‘ulluw
‘kesombongan’, dari huruf zây muncul
kata zuhw ‘sikap takabur’, dari huruf
alif muncul kata ibâ’ ‘pembangkangan’
dan istikbâr ‘sifat angkuh’.
Kesombongan, sikap takabur,
pembangkangan, dan sifat angkuh
merupakan sifat-sifat yang dimiliki
iblis. Inilah tafsir nama asli iblis yaitu
Azâzîl.

Doa surah yasin (rumi) berserta maksud

0

Doa Surah Yasin (rumi)
BISMILLAHIR RAHMAANIR RAHIIM.
ALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIN.
HAMDAY YUWAAFII NI-‘A-MAHUU
WAYUKAAFII-‘U MAZIIDAH, YAA RABBANAA
LAKAL HAMDU KAMAA YAMBAGHII
LIJALAALI WAJHIKA WA ‘A-ZHIIMI
SULTAANIK. ALLAAHUMMA SALLI WASALLIM
‘A-LAA SAY-YIDINAA MUHAMMADIN WA ‘A-
LAA AA-LIHII WASAHBIHII AJMA-‘IIN.
ALLAHUMMA BIHAQQI YAASIIN. WALQUR
AA-NIL HAKIIM. WABIMANIKH TARTAHUU
BIR-RI-SAALATI WAN-NUBUWWATI
WALWILAAYATI WAL HIDAAYATI ILAA
SIRAATAKAL MUSTAQIIM. WABIJAMII-‘I
MAAJAA A-BIHII MINNKA JIBRIILU
TANZIILAL AZIIZIR RAHIIM. WABI
KHAWAAS-SIL HURUUFI WAL ASMAA-IT
TAAMMAATI WABIMAA AZH-HARTA FIL-
WUJUUDI LIKULLI MAUJUUDIN MINAL AA-
YAATIL BAY-YINAAT. WABI KHAFIY-YI
LUTFIKAL MUFARRIJI ‘ANN-KULLI
MAHMUUM. AL-MUKHAL-LISI LIKULLI
MADYUUN. YAA MUJRIYAL BIHAARI
WAL-‘UYUUN. YAA MAN KHAZAA I-NUHUU
BAINAL KAA-FI WAN-NUUN. WA ‘A-LIMA
BIMAA KAANA QABLA AY-YAKUUN. WANAS
A-LUKAL-LAA-HUMMA ANTASLUKA BINAA
JAA-DATAN RI-DHAAKA WA-AN TAJ-‘ALANAA
AH-LAW WAMAHAL-LAL LISA-‘AA-DATIKA
WA-GHI-NAAK. WA AN TUYASSIRU LANAA
JAMII-‘AL MURAADAATI WAL MATAALIB.
WA-AN TAJ-‘ALA KULLAM MINNAA BAINA
‘IBAA-DIKA FII KULLI HAALI NIZH-
ZHAAFIRIL GHAALIB. WA-ALLA TUHWIJA
AHADAM MINNA ILAA AHADIM MIN
KHALQIKA FII AMRI RIZQIH, WA-AN TAR-
BITA ‘ALAA ALSINTIL MUTAFAW-WIHIINA
BILMAKRUUHI FI HAQQIH. WA-AN
TAQTARINA HARAKAATINAA BITAUFIIQ. WA-
AN TAJ-‘A-LA RI-DHAAKA ‘AN-NAA KHAIRA
MUSAAHIBIL LANAA WARAFIIQ. WA-AN
TUTHIFANAA BAL-JALAALATI
WALMAHAABAH. WA-AN TAMUNNA
‘ALAYNAA BISUR-‘ATIL IJAABAH.
ISTAJIBIL LAAHUMMA DU-‘AA ANAA
WAHAQQIQ FIIKA RAJAA ANAA, WA-AD
KHILNAA FII HIRZI LUTFIKAL MASUUNI
BISIRRI QAULIKA IN-NAMAA AMRUHUU
IZAA ARAADA SYAI-AN AY-YAQUULA LAHUU
KUN FAYAKUUN. FASUBHAANAL LA-ZII
BIYADIHII MALAKUUTU KULLI SYA-IN WA-
ILAY-HI TURJA-‘UUN.
SUBHAANAL MUNAFFISI ‘ANN-KULLI
MAHMUUM.SUBHAANAL MUNAFFISI ‘ANN-
KULLI MAGH-MUUM.SUBHAANAL
MUNAFFISI ‘ANN-KULLI
MADYUUN.SUBHAANA MAN AMRUHUU IZAA
ARAADA SYAI-AN AY-YAQUULA LAHU KUN
FAYAKUUN.
YA MUFARRIJAL HUMUUM.YAA MUFARRIJU
FARRIJ.YAA MUFARRIJU FARRIJ.FARRIJ ‘AN-
NAA HUMUU-MANAA.YAA HAY-YU YAAQAY-
YUUM.YAAZAL-JALAALI WAL-
IKRAAM.WASALI WASALLIMU ‘ALAA SAY-
YIDINAA MUHAMMAD.WA ‘A-LAA AA-LIHII
WASAHBIHII WASALLAM. WALHAMDU
LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.
Dengan nama ALLAH s.w.t, Yang maha
pemurah, Lagi maha mengasihani.
Segala puji bagi ALLAH s.w.t, Tuhan
pentadbir seluruh alam, Pujian yang
melengkapi segala nikmat-NYA dan
membelas limpah kurnia-NYA. Wahai
Tuhan kami, Bagi-MU segala kepujian
seperti yang selayaknya dengan kebesaran
zat-MU dan keagungan-MU. Ya ALLAH s.w.t
cucuri rahmat dan sejahtera ke atas
junjungan kami NABI MUHAMMAD s.a.w
beserta ahli-ahli rumahnya dan sekalian
sahabatnya.
Ya ALLAH s.w.t wahai tuhan kami, Dengan
berkat kebenaran Yaasiin dan kebenaran
kitan AL-QURAN AL-HAKIM dan dengan
kebenaran oarang-orang yang ENGKAU
pilih dengan pangkat
kenabiannya,kerasulannya,
pemerintahannya dan petunjuk kepada
jalan yang betul dan dengan berkat
kebenaran semua wahyu yang diturunkan
melalui malaikat jibril dan dengan berkat
rahmat tiap-tiap huruf dan nama-nama
yang sempurna dan dengan berkat segala
sesuatu yang ENGKAU lahirkan bagi tiap-
tiap yang ada daripada segala keterangan
yang nyata dan kesucian sifat lemah-
lembut-MU yang melepaskan tiap-tiap
kerunsingan dan tiap-tiap yang berhutang.
Ya ALLAH s.w.t, tuhan yang mengalirkan
air-air di laut dan air-air yang berada di
celah-celah bumi. Ya ALLAH s.w.t, tuhan
yang seluruh perbendaharaan-NYA hanya
di antara kaf dan nuun (daripada
perkataan “KUN” yang ertinya jadilah maka
yang dikehendaki-NYA pun jadi) tuhan yang
sedia mengetahui segala yang telah berlaku
dan yang akan berlaku.
Ya ALLAH s.w.t wahai tuhan kami, kami
mohon kepada-MU semoga ENGKAU
arahkan kami kepada jalan keredhaan-MU
menjadikan kami sebagai warga
kebahagiaan dan kekayaan-MU, dan kami
mohon semoga ENGKAU mudahkan kami
mencapai segala hajat dan maksud dan
supaya ENGKAU jadikan keredhaan-MU itu
kepada kami sebaik-baik teman yang
menemani kami mencapai kebesaran dan
kehebatan dan mengurniakan kami nikmat,
segeralah doa kami di perkenankan.
Di perkenankan Ya ALLAH s.w.t
permohonan kami ini, berikan kepastian
akan berjayanya pengharapan kami,
masukkan kami dalam pemeliharaan sifat
lemah-lembut-MU demi berkat rahsia
firman-MU (yang ertinya:) “Bahawa
sesungguhnya urusan ALLAH s.w.t apabila
DIA berkehendakkan sesuatu bahawa
berfirman DIA baginya, ‘JADILAH’ maka
sesuatu itupun jadilah ia,” maka maha suci
ALLAH s.w.t, tuhan yang berkuasa penuh
memerintah segala sesuatu dan kepada-
NYA segala-gala itu dikembalikan.
Maha suci ALLAH s.w.t, tuhan yang
melepaskan segala kerunsingan, maha suci
ALLAH s.w.t, tuhan yang melepaskan
kenestapaan, maha suci ALLAH s.w.t, tuhan
yang melepaskan beban orang-orang yang
berhutang, maha suci ALLAH s.w.t, yang
apabila DIA berkehendak sesuatu bahawa
berfirman “JADILAH” maka sesuatu yang di
kehendaki itupun jadilah ia.
Ya ALLAH s.w.t, tuhan yang melepaskan
segala kesusahan. Ya ALLAH s.w.t, tuhan
yang melepaskan, apa kiranya kami semua
ini daripada segala penderitaan, Ya ALLAH
s.w.t, tuhan yang hidup, tuhan yang
berkuasa penuh, tuhan yang empunya
kebesaran dan kemuliaan.Barang dicucuri
ALLAH s.w.t akan rahmat dan sejahtera jua
atas junjungan kami NABI MUHAMMAD
s.a.w serta keluarga dan sahabat-
sahabatnya sekalian, dan segala puji bagi
ALLAH s.w.t, tuhan pentadbir seluruh alam.
Amin….
Amin….
Amin….
Ya ALLAH s.w.t

asmaul husna

0

AL-ASMAUL HUSNA
Nas-aluka
Nas – Aluka Yaa Man Huwallahulladzii Laa
Ilaaha Illaahu
Awarrohmaanur Rohimul
Almalikul Qudduusus Salaamul Mu’minul
Muhaiminul ‘Aziizul Jabbaar –
Almutakabbirul Khooliqulbaariul Mushowirul
Ghoffar
Walqohharul Wahaabur Rozzaaqul Fattaahul
‘Aliim –
Alqoobidhul Baasithul Khoofidhur Alroofi’ul
Mu’izzul Mudhillus Samii’ul Bashiirul
Hakamul’adl –
Allathiiful Khobiir –
Alhaliimul ‘Adhim –
Alghofurus Syakuur –
Al’aliyul Kabiirul Hafiidhul Muqiit –
Alhasiibul Jaliil Al Kariimur Roqiibul Mujiibul
Waa Si’ul Hakiimul Waduudul Majiidul
Baa’itsus Syahid –
Alhaqqulwakiil –
Alqowiyul Matiin –
Alwaliyul Hamiid –
Almuhshil Mubdiul Mu’iid –
Almuhyil Mumiitul Hayyul Qoyyum –
Alwaajidul Maajidul Waahidus Shomadul
Qoodirul Muqtadirul Muqoddimul Muakh
Khirul Awwalul Akhiir –
Addhoohirul Baatinul Waalil Muta’al Bar
Ruttawwaaabul Muntaqimul ‘Afuwwur
Roufum Maalikul Mulki Dzul Jalaali Qal
Ikroom –
Almuqsitul Al Jaami’ul Ghoniyul Mughnil
Maani’ud Dhoor Runnaafi’un Nuurul Haadii
Badii’ul Baaqii –
Alwaaritsur rosyiidus Shobuurulladzi ladza
kamits lihi Syaiun Wawas Samii’ul Bashiir –
Alloohumma Solli Afdhollas Sholati’alaa
As’adi MAkhluuqoo Tika Sayyidinaa
Muhammadiwa’alaa alihii
Washohbihii wasallim ‘Adada Ma’luu
Maatika Wamidaa Dzakalimaa Tika Kullamaa
Dzakaro Kad Dzaakiruuna Waghofala ‘An
Dzikrihil Ghoofiluun.

asmaul husna

0

AL-ASMAUL HUSNA
Nas-aluka
Nas – Aluka Yaa Man Huwallahulladzii Laa
Ilaaha Illaahu
Awarrohmaanur Rohimul
Almalikul Qudduusus Salaamul Mu’minul
Muhaiminul ‘Aziizul Jabbaar –
Almutakabbirul Khooliqulbaariul Mushowirul
Ghoffar
Walqohharul Wahaabur Rozzaaqul Fattaahul
‘Aliim –
Alqoobidhul Baasithul Khoofidhur Alroofi’ul
Mu’izzul Mudhillus Samii’ul Bashiirul
Hakamul’adl –
Allathiiful Khobiir –
Alhaliimul ‘Adhim –
Alghofurus Syakuur –
Al’aliyul Kabiirul Hafiidhul Muqiit –
Alhasiibul Jaliil Al Kariimur Roqiibul Mujiibul
Waa Si’ul Hakiimul Waduudul Majiidul
Baa’itsus Syahid –
Alhaqqulwakiil –
Alqowiyul Matiin –
Alwaliyul Hamiid –
Almuhshil Mubdiul Mu’iid –
Almuhyil Mumiitul Hayyul Qoyyum –
Alwaajidul Maajidul Waahidus Shomadul
Qoodirul Muqtadirul Muqoddimul Muakh
Khirul Awwalul Akhiir –
Addhoohirul Baatinul Waalil Muta’al Bar
Ruttawwaaabul Muntaqimul ‘Afuwwur
Roufum Maalikul Mulki Dzul Jalaali Qal
Ikroom –
Almuqsitul Al Jaami’ul Ghoniyul Mughnil
Maani’ud Dhoor Runnaafi’un Nuurul Haadii
Badii’ul Baaqii –
Alwaaritsur rosyiidus Shobuurulladzi ladza
kamits lihi Syaiun Wawas Samii’ul Bashiir –
Alloohumma Solli Afdhollas Sholati’alaa
As’adi MAkhluuqoo Tika Sayyidinaa
Muhammadiwa’alaa alihii
Washohbihii wasallim ‘Adada Ma’luu
Maatika Wamidaa Dzakalimaa Tika Kullamaa
Dzakaro Kad Dzaakiruuna Waghofala ‘An
Dzikrihil Ghoofiluun.